SellerCuan — Pitch Deck
Tanggal: 3 April 2026 Versi: Draft 3 (Repositioned) Penulis: Tim SellerCuan
Slide 1 — Cover
SellerCuan Platform operasional untuk brand ecommerce yang sedang berkembang.
Tagline: Kelola sekali, cuan berkali-kali.
Pesan utama: Mengatasi kekacauan stok dan error fulfillment untuk brand ecommerce yang sedang bertumbuh.
Slide 2 — Masalah Utama di Lapangan
Bisnis ecommerce yang berkembang mulai mengalami “operational chaos”:
- Stok tidak sinkron antar channel → sering overselling / kehabisan barang
- Order masuk dari berbagai platform tidak terpusat
- Fulfillment error (salah kirim, resi double, miss item)
- Proses masih bergantung pada spreadsheet dan input manual
- Produksi dan inventory tidak terhubung dengan order
Intinya: Semakin besar bisnis, semakin kacau operasionalnya jika tidak terpusat.
Slide 3 — Dampak ke Bisnis
- Kehilangan revenue karena stok tidak akurat
- Komplain pelanggan akibat salah kirim
- Waktu tim habis untuk input ulang dan cek data
- Owner tidak punya visibilitas real-time
- Scaling bisnis jadi lambat karena operasional tidak siap
- Performa toko di marketplace menurun akibat keterlambatan proses dan kesalahan order
- Rating dan ulasan pelanggan terdampak, yang berujung pada turunnya kepercayaan dan konversi penjualan
Masalahnya bukan di penjualan, tapi di operasional yang tidak siap scale.
Slide 4 — Solusi
SellerCuan adalah platform yang menyatukan seluruh operasional ecommerce dalam satu sistem:
- Order management (multi-channel)
- POS kasir
- Inventory & warehouse control per produk dan varian
- E-commerce storefront
- Purchasing & restock
- Production (untuk brand dengan proses produksi)
- Finance & reporting
- HRIS & attendance
Hasilnya:
- Lebih sedikit error
- Lebih sedikit input manual
- Lebih cepat scaling
Slide 5 — Siapa Penggunanya
Target utama:
- Brand ecommerce yang sedang berkembang
- Seller marketplace dengan volume order tinggi
- Brand D2C yang ingin punya online shop sendiri
- Retail atau offline store yang butuh kasir terhubung ke stok
- Bisnis dengan multi-channel (Shopee, TikTok, dll)
- Brand dengan inventory & produksi ringan
User di dalam bisnis:
- Owner
- Admin operasional
- Warehouse staff
- Tim produksi
- Finance admin
- HR/admin untuk attendance karyawan
Slide 6 — Product Snapshot
Flow utama:
Order masuk dari marketplace / storefront / POS → stok otomatis ter-update → fulfillment diproses → produksi berjalan → laporan langsung terbentuk
Kenapa relevan:
- Semua operasional terhubung
- Tidak perlu pindah-pindah tools
- Dibuat untuk kebutuhan harian, bukan kompleksitas enterprise
Slide 7 — Sales & Order Management
- Import order dari marketplace (Shopee, TikTok, Lazada)
- Tracking order lengkap (channel, resi, status)
- Package scan untuk mengurangi salah kirim
- Filter, search, export data
Impact: Order lebih cepat diproses dan error fulfillment berkurang signifikan
Slide 8 — E-commerce Storefront
- Storefront publik per tenant di
/shop/[tenantSlug] - Builder warna, logo, hero, banner, dan konten halaman
- Katalog produk dan kategori yang bisa diaktifkan khusus e-commerce
- Media produk, deskripsi lengkap, dan slug storefront
- Varian produk dinamis dengan gambar per varian dan auto-select image di detail produk
- Cart, checkout, dan order history
- Status order storefront mengikuti dashboard: To Pay, To Ship, To Receive, Completed, dan Cancelled
- Digital receipt yang bisa di-download setelah checkout
- Floating WhatsApp button dan contact seller dari order history
- Voucher e-commerce untuk diskon produk dan diskon ongkir
- Voucher nominal atau persen, max discount, quantity limit, dan klaim member
- Scope voucher: seluruh produk, kategori tertentu, produk tertentu, atau varian tertentu
- Usage mode: sekali per member atau berkali-kali per member
- Member register/login, profil, alamat, dan rekening member
- KOL / Influencer portal: registrasi, login, dashboard, kode voucher, fee ledger, payout account, dan withdrawal
- Order storefront masuk ke sales order dan tetap terhubung ke stok, fulfillment, dan laporan
Impact: Brand punya channel D2C sendiri tanpa memisahkan toko online dari operasional internal.
Slide 9 — Voucher, Promosi, dan Influencer
- Sales promotions: BUY_X_GET_Y dan BUNDLE_PRICE
- Promo dapat dibatasi berdasarkan produk, varian, kategori, channel, dan periode
- Voucher e-commerce untuk diskon produk atau diskon ongkir
- Voucher nominal atau persen dengan max discount dan quantity limit
- Scope voucher untuk seluruh produk, kategori tertentu, produk tertentu, atau varian tertentu
- Voucher bisa diedit dan diaktif/nonaktifkan tanpa menghapus riwayat transaksi
- Usage mode sekali per member atau berkali-kali per member
- Voucher khusus KOL disembunyikan dari klaim member dan dipakai lewat kode campaign
- Promo otomatis tampil di product card, detail produk, cart, dan checkout
- Bonus promo otomatis di-skip jika stok bonus habis saat checkout
- Audit voucher dan promo tampil di detail Sales Order sampai level produk atau varian
- KOL / Influencer membuat kode voucher campaign dari portal KOL
- Komisi KOL dicatat saat order sudah dibayar dan bisa diajukan withdrawal
Impact: Campaign promosi lebih rapi, bisa diaudit, dan performa affiliate dapat dipantau dari kode voucher.
Slide 10 — POS Kasir
- Open shift dan close shift kasir
- Opening cash, closing cash, cash taken, dan summary shift
- Scan SKU atau tambah produk manual ke cart
- Scan SKU varian dan simpan varian ke sales order
- Customer, channel, diskon, dan voucher code
- Voucher POS dicatat sebagai audit order sampai target produk atau varian
- Payment method: cash, transfer, card/EDC, QRIS, dan credit
- Hold draft order dengan durasi hold
- Checkout POS dan print thermal receipt
- Riwayat transaksi POS tetap masuk ke sales order
Impact: Transaksi offline tetap terhubung ke inventory, customer, sales order, dan laporan.
Slide 11 — Warehouse & Inventory
- Product master dengan varian dinamis seperti size, color, dan opsi custom
- Gambar per varian untuk storefront
- Tracking stok real-time (
on hand,reserved) - Stok, reserved, adjustment, stock opname, dan export per varian
- Goods receipt (penerimaan barang)
- Stock opname & audit workflow
- Adjustment cepat
- Costing (moving average)
Impact: Mengurangi stock mismatch dan meningkatkan akurasi inventory
Slide 12 — Purchasing
- Supplier management
- Purchase order terstruktur
- Tracking status pembelian
- Terhubung langsung ke inventory
Impact: Restock lebih terencana, tidak lagi berdasarkan feeling
Slide 13 — Production
- Resep/BOM management dengan versioning
- Active/inactive Resep/BOM per produk
- Estimasi HPP otomatis dari material, scrap/yield, labor, dan overhead
- Compare BOM side-by-side untuk multiple versi
- Audit trail perubahan Resep/BOM
- Output barang setengah jadi atau barang jadi
- Unit conversion untuk Resep/BOM dan warning input manual jika unit tidak sejenis
- Work orders
- Material issuance
- Task produksi
Impact: Order → produksi → stok → HPP jadi satu alur, tidak terpisah
Slide 14 — Finance & Reporting
- Profit & Loss
- Balance sheet
- Ledger
- Dashboard analitik
Impact: Owner bisa lihat performa bisnis tanpa menunggu laporan manual
Slide 15 — HRIS & Attendance
- Employee dan department management
- Clock in / clock out dengan foto
- Validasi lokasi dan akurasi GPS
- Attendance report bulanan
- Filter attendance berdasarkan bulan, tahun, departemen, dan karyawan
- Export laporan attendance
- Attendance request untuk cuti, sakit, izin, dan dinas luar
- Approval / reject attendance request
Impact: Kehadiran tim operasional lebih transparan dan pengajuan izin lebih rapi.
Slide 16 — Productivity Layer
- Export XLSX
- Print PDF (PO, SO, GR)
- Promotion engine
- UI cepat & mobile-friendly
Impact: Tim bekerja lebih cepat tanpa ketergantungan Excel
Slide 17 — Diferensiasi
- Fokus ke operasional ecommerce, bukan ERP generic
- Mengatasi stock chaos & fulfillment error
- Menyediakan storefront D2C yang langsung terhubung ke operasional
- Menghubungkan voucher, promosi, dan influencer ke order serta laporan
- Menghubungkan order → stok → produksi → laporan
- Tetap ringan untuk bisnis berkembang
Slide 18 — Status Produk
Sudah live dan digunakan secara nyata:
- Sales & order management
- POS kasir
- E-commerce storefront, voucher, member, dan KOL affiliate
- Promotion engine
- Inventory & warehouse
- Purchasing
- Production
- Finance & reporting
- CRM, HRIS attendance, backup, export
Bukan ide. Ini produk yang sudah berjalan.
Slide 19 — Model Bisnis
- Subscription bulanan / tahunan
- Paket berdasarkan skala bisnis
- Add-on: onboarding, migrasi, support
Kelebihan:
- Recurring revenue
- Mudah di-scale
- Cocok untuk UMKM & brand berkembang
Slide 20 — Go-To-Market
- Target: brand ecommerce yang mulai “kacau operasionalnya”
- Channel:
- Demo langsung
- Komunitas seller
- Partner operasional
- Entry point:
- masalah stok
- error fulfillment
- order tidak terkontrol
Slide 21 — Roadmap
- Integrasi marketplace lebih luas
- Automation & notifikasi
- Workflow approval
- Reporting lebih advanced
- Self onboarding
Slide 22 — Penutup
SellerCuan membantu brand ecommerce berhenti kehilangan uang karena operasional yang kacau.
Dari order sampai laporan, semua terhubung dalam satu sistem.
Closing line: Kelola sekali, cuan berkali-kali.
Catatan Presenter
Narasi utama
- Mulai dari “chaos” bukan fitur
- Tekankan kehilangan uang & waktu
- Tunjukkan bagaimana SellerCuan memperbaiki itu
Demo flow
- Dashboard
- Demo shop / storefront
- Voucher dan KOL campaign
- POS checkout atau import order
- Inventory
- Fulfillment (package scan)
- Production (opsional)
- Attendance report (opsional)
- Report
Pesan per segmen
- Owner → kontrol & visibilitas
- Operasional → kerja lebih cepat
- Warehouse → stok lebih akurat
- Produksi → workflow jelas
