SellerCuan - Kelola sekali, cuan berkali-kali.

SellerCuan Resource

SellerCuan - Kelola sekali, cuan berkali-kali.

Documentation

Manual Book

Panduan penggunaan SellerCuan untuk owner, admin, supervisor, dan staf operasional.

SellerCuan Manual Book

1. Pendahuluan

SellerCuan adalah aplikasi ERP berbasis SaaS yang membantu bisnis mengelola pembelian, gudang, penjualan, produksi, keuangan, CRM, HRIS, dan administrasi dalam satu sistem. Manual book ini disusun sebagai panduan penggunaan harian untuk owner, admin, supervisor, dan staf operasional.

Dokumen ini fokus pada cara memakai sistem dari sisi pengguna, bukan dari sisi teknis development.

2. Tujuan Penggunaan

Dengan SellerCuan, tim dapat:

  • Mengelola banyak proses bisnis dalam satu aplikasi.
  • Menjaga akurasi stok dan transaksi.
  • Memantau performa bisnis lewat dashboard dan laporan.
  • Mengurangi pekerjaan manual lewat import, export, dan print dokumen.
  • Menjalankan operasional bisnis secara rapi, terpusat, dan aman.

3. Siapa yang Menggunakan

OWNER

  • Mengawasi operasional bisnis.
  • Mengelola master data, transaksi, laporan, dan backup data.

ADMIN

  • Menjalankan administrasi harian.
  • Mengelola master data dan transaksi sesuai kebutuhan.

STAFF

  • Menjalankan proses operasional sehari-hari sesuai modul yang digunakan.

4. Cara Akses Sistem

4.1 Login

  1. Buka halaman login SellerCuan.
  2. Masukkan email dan password.
  3. Klik tombol login.

4.2 Logout

Gunakan menu profil di area aplikasi untuk keluar dari sesi aktif.

5. Mengenal Tampilan Aplikasi

Setelah login, pengguna akan melihat layout utama aplikasi dengan beberapa area penting:

  • Sidebar: berisi modul utama seperti Purchasing, Warehouse, Sales, Production, Finance, CRM, HRIS, dan Administration.
  • Header: menampilkan nama user dan konteks halaman aktif.
  • Konten utama: berisi tabel, form, ringkasan KPI, dan grafik.
  • Search, filter, pagination: dipakai untuk mencari dan membatasi data.
  • Drawer atau modal: dipakai untuk input data tanpa pindah halaman penuh.

6. Konsep Dasar Penggunaan

Sebelum masuk ke tiap modul, pahami beberapa pola penggunaan berikut:

  • Gunakan kolom pencarian untuk mencari data berdasarkan kata kunci seperti nama, nomor dokumen, SKU, supplier, customer, atau tracking number.

6.2 Sorting

  • Klik judul kolom pada tabel untuk mengurutkan data naik atau turun.

6.3 Pagination

  • Jika data banyak, pindah halaman menggunakan kontrol pagination di bawah tabel.

6.4 Filter Tanggal

  • Beberapa modul menyediakan filter tanggal untuk membatasi data sesuai periode tertentu.
  • Gunakan tombol apply setelah memilih rentang tanggal.

6.5 Export

  • Tombol export akan mengunduh data ke file Excel untuk analisis atau pelaporan.

6.6 Print

  • Beberapa dokumen seperti PO, SO, GR, dan production task dapat dicetak ke PDF.

7. Dashboard Overview

Dashboard adalah ringkasan operasional bisnis dalam satu layar.

Fungsi Dashboard

  • Melihat jumlah produk, purchase order, sales order, employee, lead, dan saldo bersih.
  • Memantau tren penjualan bulanan.
  • Melihat produk yang paling sering terjual dan paling sering dibeli.
  • Melihat penjualan terbaru.

Cara Menggunakan Dashboard

  1. Pilih rentang tanggal bila ingin melihat data periode tertentu.
  2. Periksa KPI utama di bagian atas.
  3. Baca grafik untuk melihat tren penjualan dan produk unggulan.
  4. Gunakan kartu navigasi ERP untuk masuk ke modul yang dibutuhkan.

8. Modul Purchasing

Modul Purchasing dipakai untuk mengelola pemasok dan pembelian barang.

8.1 Suppliers

Gunakan menu ini untuk mengelola data supplier.

Data yang disimpan

  • Nama supplier
  • Email
  • Nomor telepon

Langkah menambah supplier

  1. Buka menu Purchasing > Suppliers.
  2. Klik tombol tambah data.
  3. Isi informasi supplier.
  4. Simpan data.

Kapan supplier perlu dibuat

  • Sebelum membuat purchase order.
  • Saat vendor baru mulai dipakai.

8.2 Purchase Orders

Purchase order dipakai untuk membuat dokumen pembelian ke supplier.

Data penting pada PO

  • Nomor PO
  • Supplier
  • Tanggal estimasi kedatangan
  • Item pembelian
  • Quantity
  • Unit pembelian
  • Conversion factor
  • Harga per unit
  • Diskon per item dan diskon dokumen
  • Status dokumen

Langkah membuat PO

  1. Pastikan supplier sudah tersedia.
  2. Buka menu Purchasing > Purchase Orders.
  3. Klik tombol tambah PO.
  4. Pilih supplier.
  5. Isi item produk yang dibeli.
  6. Tentukan quantity, unit beli, dan harga.
  7. Isi ETA jika diperlukan.
  8. Simpan PO.

Status PO

  • DRAFT: dokumen belum final.
  • OPEN: dokumen aktif dan menunggu penerimaan.
  • PARTIAL: sebagian barang sudah diterima.
  • CLOSED: seluruh proses selesai.
  • CANCELLED: dokumen dibatalkan.

Kegunaan halaman detail PO

  • Memeriksa item pembelian.
  • Memverifikasi nilai total.
  • Melihat supplier terkait.
  • Mencetak dokumen PO.

9. Modul Warehouse

Modul Warehouse dipakai untuk mengelola master produk, lokasi gudang, stok, goods receipt, dan stock opname.

9.1 Categories

Kategori membantu pengelompokan produk.

Contoh penggunaan:

  • Bahan Baku
  • Produk Jadi
  • Aksesoris
  • Kemasan

9.2 Products

Produk adalah master item utama dalam sistem.

Informasi produk

  • SKU
  • Nama produk
  • Alias
  • Kategori
  • Unit
  • Harga jual
  • Harga beli
  • Moving average cost
  • Reorder point
  • Track stock
  • Product type

Product type yang umum

  • RAW_MATERIAL: bahan baku.
  • SEMI_FINISHED: barang setengah jadi.
  • FINISHED_GOOD: barang jadi.

Kapan track stock diaktifkan

  • Aktifkan untuk produk yang harus dipantau jumlah stoknya.
  • Nonaktifkan untuk item non-stok tertentu bila diperlukan.

9.3 Warehouse Locations

Lokasi gudang digunakan untuk membedakan posisi stok.

Contoh:

  • Gudang Utama
  • Rak A1
  • Area Produksi
  • Area Packing

9.4 Inventory

Inventory menampilkan stok per produk dan per lokasi.

Informasi yang ditampilkan

  • Lokasi
  • SKU
  • Nama produk
  • On hand
  • Reserved
  • Moving average cost
  • Inventory value

Quick Stock Adjustment

Gunakan fitur ini saat perlu koreksi cepat terhadap stok.

Contoh penggunaan:

  • Ada selisih fisik kecil.
  • Barang rusak dan perlu dikurangi.
  • Stok awal ingin disesuaikan.

Langkah umum:

  1. Buka Warehouse > Inventory.
  2. Pilih quick stock adjustment.
  3. Pilih produk dan lokasi.
  4. Tentukan mode perubahan.
  5. Simpan koreksi.

9.5 Goods Receipt

Goods receipt digunakan untuk mencatat barang yang diterima dari purchase order.

Tujuan goods receipt

  • Menambah stok barang masuk.
  • Mencatat penerimaan terhadap PO.
  • Menjadi dasar costing dan, bila aktif, pencatatan keuangan.

Langkah membuat goods receipt

  1. Pastikan PO sudah ada.
  2. Buka Warehouse > Goods Receipt.
  3. Klik tambah goods receipt.
  4. Pilih PO referensi jika barang datang dari purchase order.
  5. Isi item dan quantity yang benar-benar diterima.
  6. Simpan dokumen.

Catatan penting

  • Jika barang datang sebagian, input hanya quantity yang diterima.
  • Pastikan unit beli dan conversion factor sesuai agar stok dasar akurat.

9.6 Stock Opname

Stock opname digunakan untuk audit stok fisik.

Alur stock opname

  1. Buat sesi stock opname.
  2. Pilih lokasi yang akan dihitung.
  3. Input quantity fisik setiap item.
  4. Submit sesi bila sudah selesai dihitung.
  5. Approve jika sudah diverifikasi.
  6. Finalize untuk menerapkan selisih ke sistem.

Status stock opname

  • DRAFT: masih tahap input.
  • SUBMITTED: menunggu pemeriksaan.
  • APPROVED: sudah diverifikasi.
  • FINALIZED: selisih sudah diposting ke sistem.

Kapan stock opname digunakan

  • Akhir bulan.
  • Setelah perpindahan gudang besar.
  • Saat ditemukan selisih stok signifikan.

10. Modul Sales / POS

Modul Sales digunakan untuk mengelola pelanggan, channel penjualan, sales order, import marketplace, package scan, dan promosi.

10.1 Customers

Data customer dipakai untuk transaksi penjualan.

Informasi customer

  • Nama customer
  • Email
  • Nomor telepon
  • Kota

10.2 Channels

Channel dipakai untuk mengelompokkan sumber penjualan.

Contoh:

  • Shopee
  • TikTok Shop
  • Lazada
  • POS
  • Website

10.3 Sales Orders

Sales order adalah dokumen transaksi penjualan.

Informasi umum sales order

  • Nomor order internal
  • Customer
  • Channel
  • Item order
  • Quantity
  • Harga jual
  • Diskon
  • Nomor tracking
  • Informasi pengiriman
  • Status order

Langkah membuat sales order manual

  1. Pastikan customer sudah tersedia.
  2. Pastikan produk dan harga sudah benar.
  3. Buka Sales > Orders.
  4. Klik tambah sales order.
  5. Pilih customer dan channel.
  6. Isi item order.
  7. Simpan transaksi.

Halaman detail sales order

Digunakan untuk:

  • Melihat item lengkap.
  • Memeriksa status marketplace.
  • Memeriksa alamat pengiriman.
  • Mencetak dokumen penjualan.

10.4 Import Sales Orders dari Marketplace

SellerCuan mendukung import order dari file Excel marketplace.

Channel yang didukung

  • Shopee
  • TikTok
  • Lazada

Persiapan sebelum import

  1. Pastikan channel penjualan sudah dibuat.
  2. Gunakan template file yang sesuai dengan marketplace.
  3. Pastikan SKU di file cocok dengan SKU produk di sistem.

Langkah import

  1. Buka Sales atau Sales > Orders.
  2. Pilih fitur import sales orders.
  3. Pilih channel.
  4. Upload file XLSX.
  5. Submit import.

Hasil import

  • Sistem membuat sales order otomatis.
  • Order dapat dikelompokkan dalam batch ID.
  • Data pengiriman, buyer, dan tracking akan ikut terbaca jika tersedia di file.

10.5 Package Scans

Package scan dipakai untuk proses packing dan validasi resi.

Tujuan package scan

  • Mencegah resi diproses dua kali.
  • Memastikan tracking number cocok dengan sales order.
  • Menyediakan ringkasan scan untuk operasional.

Langkah penggunaan

  1. Buka Sales > Package Scans.
  2. Scan atau input tracking number.
  3. Sistem akan mencocokkan resi dengan order.
  4. Simpan hasil scan.

10.6 Promotions

Promotions dipakai untuk mengatur promo otomatis.

Tipe promo yang tersedia

  • BUY_X_GET_Y
  • BUNDLE_PRICE

Contoh penggunaan

  • Beli 2 gratis 1.
  • Beli paket bundling dengan harga khusus.
  • Promo khusus channel tertentu.

Langkah membuat promo

  1. Buka Sales > Promotions.
  2. Klik tambah promo.
  3. Isi nama promo, tipe, periode, dan channel bila perlu.
  4. Tambahkan rules promo.
  5. Simpan promo.

11. Modul Production

Production digunakan untuk bisnis yang memiliki proses perakitan, manufaktur ringan, atau produksi pesanan.

11.1 Recipes

Recipe adalah daftar bahan yang dibutuhkan untuk membuat suatu produk.

Langkah membuat recipe

  1. Pastikan produk jadi sudah dibuat.
  2. Pastikan bahan baku sudah tersedia di product master.
  3. Buka Production > Recipes.
  4. Tambahkan recipe untuk produk yang dipilih.
  5. Masukkan daftar bahan dan quantity required.
  6. Simpan recipe.

11.2 Production Work Orders

Work order dipakai untuk merencanakan produksi.

Fungsi work order

  • Menentukan target produksi.
  • Menetapkan due date.
  • Menyusun kebutuhan material.
  • Mencatat hasil output.

Langkah membuat work order

  1. Pastikan recipe sudah tersedia.
  2. Buka Production > Production Work Orders.
  3. Buat work order baru.
  4. Pilih recipe.
  5. Isi target quantity dan due date.
  6. Simpan.

11.3 Material Issuance

Material issuance digunakan untuk mengeluarkan bahan baku dari inventory ke proses produksi.

Kapan digunakan

  • Saat produksi dimulai.
  • Saat bahan benar-benar dipakai.

Langkah penggunaan

  1. Buka Production > Material Issuance.
  2. Buat issuance baru.
  3. Pilih bahan baku yang digunakan.
  4. Isi quantity usage.
  5. Simpan dan selesaikan issuance sesuai proses operasional.

11.4 Specializations

Specialization menghubungkan karyawan dengan produk atau jenis kerja tertentu.

Manfaat

  • Membantu pembagian kerja.
  • Memudahkan penyusunan task produksi per orang.

11.5 Production Tasks

Production tasks digunakan untuk melihat daftar pekerjaan produksi berdasarkan batch penjualan.

Kegunaan

  • Membagi tugas ke karyawan.
  • Mengetahui item mana yang harus diproduksi.
  • Mengetahui quantity per produk.
  • Mencetak task sheet untuk lantai produksi.

12. Modul Finance

Finance dipakai untuk pencatatan akun, jurnal, buku besar, dan laporan keuangan dasar.

12.1 Accounts

Menu accounts berisi daftar chart of accounts bisnis.

Fungsi

  • Menyimpan akun-akun keuangan.
  • Menjadi dasar jurnal dan laporan.

12.2 Journal Entries

Journal entries digunakan untuk input jurnal manual dan melihat jurnal otomatis dari transaksi tertentu.

Langkah membuat jurnal manual

  1. Buka Finance > Journal Entries.
  2. Pilih create journal entry.
  3. Pilih account bila diperlukan.
  4. Isi nama akun, amount, status, dan tanggal posting.
  5. Simpan jurnal.

Filter yang tersedia

  • Kata kunci
  • Periode tanggal
  • Sumber jurnal, misalnya sales, purchase, atau manual

12.3 Ledger

Ledger digunakan untuk melihat mutasi dan saldo berjalan suatu akun.

Cara menggunakan

  1. Buka Finance > Ledger.
  2. Pilih account.
  3. Tentukan rentang tanggal.
  4. Periksa beginning balance, mutasi, dan running balance.

12.4 Balance Sheet

Balance sheet menunjukkan posisi aset, kewajiban, dan ekuitas pada tanggal tertentu.

12.5 Profit and Loss

Profit and loss menunjukkan pendapatan, beban pokok, biaya operasional, dan laba bersih dalam periode tertentu.

12.6 Finance Overview

Finance overview menampilkan ringkasan seperti:

  • Jumlah jurnal.
  • Open entries.
  • Total balance.
  • Nilai inventory.
  • Material cost periode berjalan.
  • Recent cost movements.

12.7 Accounts Receivable (Piutang Customer)

Accounts receivable digunakan untuk memantau piutang customer yang berasal dari sales order.

Fungsi accounts receivable

  • Melihat daftar piutang customer yang masih outstanding.
  • Mengetahui status piutang: OPEN, PARTIAL, OVERDUE, PAID, atau CANCELLED.
  • Mencatat pembayaran customer secara partial maupun penuh.
  • Melihat riwayat pembayaran per sales order.
  • Export daftar piutang dan detail histori pembayaran ke Excel.

Sumber data piutang

  • Piutang terbentuk dari sales order aktif.
  • Nilai outstanding dihitung dari total sales order dikurangi pembayaran yang sudah tercatat.
  • Pembayaran customer dapat berasal dari data payment yang sudah ada di order atau dari pencatatan manual di modul receivables.

Langkah menggunakan receivables

  1. Buka Finance > Receivables.
  2. Gunakan search untuk mencari nomor order, customer, atau channel.
  3. Gunakan filter tanggal dan status bila ingin membatasi daftar.
  4. Periksa kolom Total, Paid, Outstanding, dan Payments.
  5. Klik History untuk melihat riwayat pembayaran jika sudah ada pembayaran.
  6. Klik Receive untuk mencatat pembayaran baru dari customer.
  7. Klik View untuk membuka halaman detail piutang.

Langkah mencatat pembayaran customer

  1. Pastikan sales order yang dibayar sudah benar.
  2. Di daftar receivables, klik tombol Receive.
  3. Isi nominal pembayaran.
  4. Isi tanggal pembayaran.
  5. Simpan pembayaran.

Catatan penting receivables

  • Pembayaran tidak harus lunas dalam satu kali input.
  • Jika pembayaran belum penuh, status piutang akan menjadi PARTIAL.
  • Jika outstanding sudah nol, status akan berubah menjadi PAID.
  • History pembayaran dapat dilihat dari modal History atau dari halaman detail receivable.

12.8 Accounts Payable (Hutang Supplier)

Accounts payable digunakan untuk memantau hutang supplier yang berasal dari goods receipt.

Fungsi accounts payable

  • Melihat hutang supplier yang masih outstanding.
  • Mengetahui status hutang: OPEN, PARTIAL, OVERDUE, PAID, atau CANCELLED.
  • Mencatat pembayaran supplier secara partial maupun penuh.
  • Melihat riwayat pembayaran per goods receipt.
  • Export daftar hutang dan detail histori pembayaran ke Excel.

Sumber data hutang

  • Hutang supplier terbentuk saat goods receipt dibuat.
  • Goods receipt dianggap sebagai penerimaan barang, bukan pembayaran.
  • Outstanding hutang dihitung dari total goods receipt dikurangi pembayaran supplier yang sudah dicatat di modul payables.

Langkah menggunakan payables

  1. Buka Finance > Payables.
  2. Gunakan search untuk mencari nomor receipt, purchase order, atau supplier.
  3. Gunakan filter tanggal dan status bila ingin membatasi daftar.
  4. Periksa kolom Total, Paid, Outstanding, dan Payments.
  5. Klik History untuk melihat riwayat pembayaran jika sudah ada pembayaran.
  6. Klik Pay untuk mencatat pembayaran supplier.
  7. Klik View untuk membuka halaman detail hutang.

Langkah mencatat pembayaran supplier

  1. Pastikan goods receipt yang dibayar sudah benar.
  2. Di daftar payables, klik tombol Pay.
  3. Isi nominal pembayaran.
  4. Isi tanggal pembayaran.
  5. Simpan pembayaran.

Catatan penting payables

  • Goods receipt tidak otomatis dianggap lunas.
  • Pembayaran supplier dapat dilakukan bertahap.
  • Jika pembayaran baru sebagian, status hutang akan menjadi PARTIAL.
  • Jika outstanding sudah nol, status akan berubah menjadi PAID.
  • History pembayaran dapat dilihat dari modal History atau dari halaman detail payable.

13. Modul CRM

CRM digunakan untuk mengelola lead dan peluang bisnis.

13.1 Leads

Informasi lead yang dapat disimpan:

  • Nama perusahaan
  • Nama kontak
  • Email
  • Stage pipeline
  • Nilai peluang

13.2 Manfaat CRM

  • Memantau pipeline penjualan.
  • Mengetahui total nilai peluang.
  • Memisahkan lead baru, negosiasi, proposal, dan tahap lain sesuai proses bisnis.

14. Modul HRIS

HRIS digunakan untuk mengelola departemen dan data karyawan.

14.1 Departments

Gunakan untuk membuat struktur organisasi sederhana.

14.2 Employees

Data employee yang dapat dicatat:

  • Nomor karyawan
  • Nama
  • Posisi
  • Department
  • Base salary
  • Tanggal bergabung

14.3 Kegunaan HRIS di SellerCuan

  • Mengetahui jumlah karyawan aktif.
  • Menghitung estimasi payroll dasar.
  • Mendukung pembagian specialization pada modul produksi.

15. Modul Administration

Administration digunakan untuk pengelolaan user dan backup data.

15.1 Users

Menu users digunakan untuk:

  • Menambah user.
  • Mengubah profil dasar user.
  • Mengatur role user.

15.2 Backup Data

Backup data digunakan untuk mencadangkan data operasional bisnis.

Kapan backup dilakukan

  • Sebelum perubahan besar.
  • Sebelum restore data.
  • Secara berkala sebagai prosedur pengamanan data.

16. Alur Kerja yang Direkomendasikan

16.1 Setup Awal Sistem

Urutan setup yang disarankan:

  1. Lengkapi user internal bila diperlukan.
  2. Lengkapi warehouse locations.
  3. Lengkapi kategori produk.
  4. Lengkapi products.
  5. Lengkapi suppliers dan customers.
  6. Lengkapi sales channels.
  7. Periksa accounts dan struktur finance.
  8. Jika menggunakan produksi, buat recipes dan specialization.

16.2 Alur Pembelian sampai Stok Masuk

  1. Buat supplier.
  2. Buat purchase order.
  3. Terima barang melalui goods receipt.
  4. Verifikasi stok bertambah di inventory.
  5. Periksa costing dan jurnal bila dibutuhkan.

16.3 Alur Penjualan Harian

  1. Buat atau import sales order.
  2. Verifikasi item dan customer.
  3. Proses fulfillment.
  4. Gunakan package scan untuk validasi resi.
  5. Cetak dokumen jika perlu.

16.4 Alur Produksi

  1. Buat recipe.
  2. Buat work order.
  3. Keluarkan material dengan material issuance.
  4. Gunakan production tasks untuk pembagian kerja.
  5. Pantau output dan biaya produksi.

16.5 Alur Audit Stok

  1. Buat sesi stock opname.
  2. Input quantity fisik.
  3. Submit dan approve.
  4. Finalize untuk mengoreksi stok sistem.

17. Best Practices Penggunaan

  • Gunakan SKU yang konsisten dan unik untuk semua produk.
  • Pastikan supplier, customer, dan channel dibuat dengan nama standar yang sama.
  • Jangan menunda goods receipt jika barang sudah diterima.
  • Gunakan stock opname berkala untuk menjaga akurasi data.
  • Gunakan import marketplace hanya dengan template yang sesuai.
  • Periksa lagi quantity dan unit sebelum menyimpan purchase order atau goods receipt.
  • Gunakan backup sebelum melakukan perubahan besar atau restore.

18. Kesalahan yang Sering Terjadi

18.1 SKU Tidak Cocok Saat Import

Penyebab:

  • SKU pada file marketplace berbeda dengan SKU di product master.

Solusi:

  • Samakan SKU di product master dan template import.

18.2 Stok Tidak Sesuai

Penyebab umum:

  • Goods receipt belum dibuat.
  • Ada transaksi yang dibatalkan tetapi belum diverifikasi.
  • Belum dilakukan stock opname setelah selisih fisik.

Solusi:

  • Periksa goods receipt, inventory adjustment, dan stock opname.

18.3 Tracking Number Tidak Ditemukan Saat Scan

Penyebab:

  • Resi belum masuk ke sales order.
  • Salah input nomor tracking.
  • Sales order tidak ditemukan pada akun bisnis yang sedang digunakan.

Solusi:

  • Periksa data sales order dan pastikan order tersebut memang ada pada akun bisnis yang sedang digunakan.

18.4 User Tidak Bisa Mengakses Halaman Tertentu

Penyebab:

  • Role user tidak memiliki akses.

Solusi:

  • Periksa role user dan hubungi admin internal jika akses perlu diperbarui.

19. Troubleshooting Singkat

Jika data tidak muncul

  • Periksa filter tanggal.
  • Periksa kolom search.
  • Pastikan Anda berada di akun bisnis yang benar dan data yang dicari memang sudah tersimpan.

Jika export gagal

  • Ulangi export setelah refresh halaman.
  • Pastikan data dan filter tidak kosong.

Jika backup gagal

  • Periksa akses role.
  • Periksa konfigurasi storage bila dikelola oleh tim teknis.

Jika jurnal otomatis belum sesuai

  • Periksa apakah transaksi sumber sudah tersimpan dengan benar.
  • Koordinasikan dengan admin atau tim teknis untuk review akun default keuangan bisnis.

20. FAQ

Apakah saya perlu memilih akun bisnis saat login?

Tidak. Manual book ini disusun untuk penggunaan akun bisnis SaaS dari sisi pelanggan, sehingga pengguna langsung bekerja di akun bisnis yang sudah disiapkan untuk perusahaan Anda.

Apakah import sales order otomatis menambah stok?

Tidak menambah stok. Import sales order akan mengurangi stok untuk item yang track stock-nya aktif, selama order tidak berstatus cancelled. Jika order yang sama di-import ulang, sistem akan mengembalikan stok dari data lama terlebih dahulu, lalu menghitung ulang stok berdasarkan data import terbaru.

Apakah goods receipt harus selalu memakai PO?

Idealnya ya, agar proses pembelian tetap terkontrol. Namun penggunaan akhir mengikuti kebijakan operasional bisnis Anda.

Kapan sebaiknya stock opname dilakukan?

Minimal secara berkala, misalnya mingguan atau bulanan, dan setiap kali ada indikasi selisih stok.

Siapa yang boleh melakukan backup?

Biasanya OWNER atau ADMIN yang diberi wewenang untuk melakukan backup data.

21. Penutup

SellerCuan dirancang untuk membantu tim bekerja lebih rapi, lebih cepat, dan lebih terukur. Agar hasil penggunaan maksimal, pastikan data master dijaga tetap konsisten, workflow dijalankan berurutan, dan proses audit dilakukan secara berkala.

Jika manual book ini ingin dikembangkan lebih lanjut, versi berikutnya dapat ditambah dengan:

  • SOP per divisi.
  • Screenshot langkah penggunaan.
  • Matriks hak akses per role.
  • Checklist closing harian, mingguan, dan bulanan.